Bika Ambon!!!
Thursday, December 2, 2010
9k! itu sangat membekas buat aku...
Aku bangga banget punya temen-temen kayak kalian! :)
Apalagi semua sudah berubah... setelah semua saling berbagi rasa...
Aku semakin cinta sama kalian semua! SEMBILAN K!
it's a great class!!! dengan perbedaan karakter kita bisa bersatu.
Nge-galau bareng, Nge-jayus bareng, Seneng-seneng bareng~ itu bikin air mata aku netes... aku pingin bikin novel buat semua kenangan kita!!!
Mulai dari saling ngeledek sampai bersedih bareng!!!
Itu semua gak bisa ditulis dengan kata-kata...
It's the first time for me to have the best friends like #bikaambon!!!
Aku sangat sangat bersyukur karena aku bisa sekelas sama kalian...
Aku ingin semua ini bertahan sampai kita dewasa nanti!!!
Itu akan jadi hal yang sangat sangat..... SEERRRRUUU!!!
Keberadaan Galih bikin kelas tambah lengkap...
Aku ingin kalian juga merasakan hal tu sahabat-sahabatku...
~I hope the last year for us in JHS will give the best day for you all my best friends~
~ Semoga tahun terakhir di smp bisa memberi kenangan indah buat kalian semua sahabat-sahabatku~
~Dan aku nggak mau ada yang bersedih lagi~
Hafalan Alquran Dapat Mencegah Berbagai Penyakit
Wednesday, November 24, 2010
Oleh Abduldaem Al-Kaheel
Sebuah kajian baru membuktikan bahwa semakin banyak hafalan seseorang terhadap Al-Qur’an Al-Karim, maka semakin baik pula kesehatan. Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’, guru besar psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud Al-Islamiyyah, Riyadh, meneliti dua kelompok responden, yaitu mahasiswa/i Universitas King Abdul Abdul Aziz yang jumlahnya 170 responden, dan kelompok mahasis Al-Imam Asy-Syathibi yang juga berjumlah 170 responden.
Peneliti mendefinisikan kesehatan psikologis sebagai kondisi dimana terjadi keselarasan psikis individu dari tiga faktor utama: agama, spiritual, sosiologis, dan jasmani. Untuk mengukurnya, peneliti menggunakan parameter kesehatan psikis –nya Sulaiman Duwairiat, yang terdiri dari 60 unit.
Penelitian ini menemukan adanya korelasi positif antara peningkatan kadar hafalan dengan tingkat kesehatan psikis, dan mahasiswa yang unggul di bidang hafalan Al-Qur’an itu memiliki tingkat kesehatan psikis dengan perbedaan yang sangat jelas.
Ada lebih dari tujuh puluh kajian, baik Islam atau asing, yang seluruhnya menegaskan urgensi agama dalam meningkatkan kesehatan psikis seseorang, kematangan dan ketenangannya. Sebagaimana berbagai penelitian di Arab Saudi sampai pada hasil yang menegaskan peran Al-Qur’an Al-Karim dalam meningkatkan ketrampilan dasar siswa-siswa sekolah dasar, dan pengaruh yang positif dari hafalan Al-Qur’an untuk mencapai IP yang tinggi bagi mahasiswa.
Kajian tersebut memberi gambaran yang jelas tentang hubungan antara keberagamaan dengan berbagai bentuknya, terutama menghafal Al-Qur’an Al-Karim, dan pengaruh-pengaruhnya terhadap kesehatan psikisi individu dan kepribadiannya, dibanding dengan individu-individu yang tidak disiplin dengan ajaran-ajaran agama, atau tidak menghafal Al-Qur’an, sedikit atau seluruhnya.
Komentar terhadap Kajian:
Setiap orang yang menghafal sebagian dari Al-Qur’an dan mendengar bacaan Al-Qur’an secara kontinu itu pasti merasakan perubahan yang besar dalam hidupnya. Hafalan Al-Qur’an juga berpengaruh pada kesehatan fisiknya. Melalui pengalaman dan pengamatan, dipastikan bahwa hafalan Al-Qur’an itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada seseorang, dan membantunya terjaga dari berbagai penyakit.
Berikut ini adalah manfaat-manfaat hafalan Al-Qur’an, seperti yang penulis dan orang lain rasakan:
1. Pikiran yang jernih.
2. Kekuatan memori.
3. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
4. Senang dan bahagia.
5. Terbebas dari takut, sedih dan cemas.
6. Mampu berbicara di depan publik.
7. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan dari orang lain.
8. Terbebas dari penyakit akut.
9. Dapat meningkatkan IQ.
10. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.
Karena itu Allah berfirman, “Sebenarnya, Al Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.” (QS Al-‘Ankabut [29]: 49)
Ini adalah sebagian dari manfaat keduniaan. Ada manfaat-manfaat yang jauh lebih besar di akhirat, yaitu kebahagiaan saat berjumpa dengan Allah, memperoleh ridha dan nikmat yang abadi, mendapatkan tempat di dekat kekasih mulia Muhammad Saw.
Manusia itu Plin Plan
Tuesday, November 16, 2010
Tepati ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita mau, kita akan mencela dan berkata "Allah itu kok nggak adil sih sama aku! kenapa sih kok dia begini atau begitu!
aneh kan!
ketika kita dalam keadaan seperti itu pasti kita tidak akan pernah berfikir bagaimana cara mensyukuri apa yang sudah Allah berikan pada kita...
Seburuk apapun Allah pasti sudah mengukur terhadap apa yang sudah kita usahakan...
Arti Cinta?
for everyone
Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).
Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.
Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya.
Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan mencitai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara, menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-Nya.
Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya gairah dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah kerumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya.
Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk terhadap Khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup didunia, Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan salah satu penyebab do’a tak terijabah.
Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun melakukan maksiat.
Bagaimana mungkin do’a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah.
Bagaimana mungkin do’a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah, sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah tangga..
Bagaimana mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh, sementara dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak terabaikan, dan kasih sayang tak dicurahkan.
Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud, sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi contoh teladan
Banyak orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu. Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang Khaliq, karena disebabkan secuil musibah yang ditimpakan padanya. Yakinlah wahai saudaraku kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada hambanya yang beriman…
Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita, agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini tinggal bagi kita membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah, agar kita terhindar dari cinta palsu.
Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang betul-betul berkorban untuk Allah Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan yaitu:
1) Iman yang kuat
2) Ikhlas dalam beramal
3) Mempersiapkan kebaikan Internal dan eksternal. kebaikan internal yaitu berupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Seperti qiyamulail, shaum sunnah, bacaan Al-qur’an dan haus akan ilmu. Sedangkan kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan pada Allah, dengan keistiqamahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah, dan tarikan nafas disepanjang hidup ini. Dengan demikian InsyaAllah kita akan menggapai cinta dan keridhaan-Nya.
Ku tinggalkan dia karena dia
Sunday, November 7, 2010
Kali ini saya ingin menulis sesuatu yang beda, terinspirasi olehperasaan seorang perempuan yang langka dimata saya, langka karenadiusianya yang baru seperempat abad dia mampu melepaskan manis dan nikmatnya dunia, langka karena akhirat menjadi tujuannya dimana teman teman seusianya sedang sibuk pacaran, cari calon suami, dan yang ia lakukan adalah mengesampingkan cinta seorang jejaka karena ALLAH, langka tapi nyata.
♥◦°˚¨˚°*•‧::‧☺*•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.•
I have to leave him for the sake of ALLAH (الله ) , begitu katanya, bukan karena tidak mencintai sang jejaka, atau menolak kehadiran cinta yang begitu indah dihati tapi semata mata karena sang gadis takut cintanya kepada ALLAH (الله ) terganggu hingga memberi ruang kepada cinta selain ALLAH (الله ) .
♥◦°˚¨˚°*•‧::‧☺*•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.•
Kemudian saya teringat ucapan sahabat saya yang lain “De, gue maumencintai perempuan yang solehah yang bisa mendekatkan gue kepada ALLAH (الله ) “ jujur saya tidak setuju dengan pernyataan ini, karena buat saya mendekat kepada ALLAH (الله ) itu hukumnya utama, persoalan apakah kemudian sayaakan diberi pasangan yang soleh atau tidak itu mutlak hak ALLAH (الله ) , karena kalau saya sudah memperolah cinta ALLAH (الله ) maka pastilah ALLAH akan menitipkan saya pada kekasihnya yang lain, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan sebaliknya, itu janji ALLAH (الله ) dan ALLAH (الله ) tidak pernah ingkar janji.
Jadi jangan dibalik seperti sahabat saya, cari perempuan dulu untukmendekati ALLAH (الله ) makanya gak dapat dapat dan mau sampai kapan begitu? perempuan gak dapat, ALLAH (الله ) pun semakin jauh, yang benar adalah cari ALLAH dulu, dan jikapun cinta perempuan itu hadir, tanyakan lagi dan pulangkan kepada ALLAH (الله ) untuk mengukur apakah cinta ALLAH yang didahulukan atau sebaliknya jangan takut kehilangan.
♥◦°˚¨˚°*•‧::‧☺*•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.•
Kutinggalkan Dia demi DIA (الله )
Duhai jejaka … ”namamukah yang tertulis di lauh mahfuz sana sebagaijodoh saya?” belum tentu, ”engkaukah yang akan menemani saya di titian jalan menuju syurga? dirimukah yang akan melengkapkan separuh dari agama saya?” jawaban dari pertanyaan ini ada pada ALLAH, bukan dihati saya dan hatimu. Dan jika kamu tercipta bukan untuk saya, haruskah saya marah kepada ALLAH (الله ) , tentu tidak jika luka kita kembalikan kepada pemilik cinta, dariNYA (الله ) cinta berasal dan kembali padaNYA.
“apakah ketampanan yang ALLAH (الله ) berikan menghias wajahmu ini diciptakan ALLAH (الله ) untuk saya?” tolong jawab!! Dan bisa dipastikan kamu takkan pernah dapat memberi jawaban “apakah kamu tercipta untuk saya” karena jawabannya bukan di tanganmu, tetapi di tangan ALLAH (الله ) , di tangan TUHAN kita, iya ALLAH (الله ) , TUHAN (الله ) saya dan TUHAN (الله ) kamu.
♥◦°˚¨˚°*•‧::‧☺*•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.•
Tahukah kamu, hati saya gelisah memikirkan kamu, takut kehilangan kamu, terbayang betapa beratnya ketika kamu tiada, menjalani hari hari tanpa sms darimu, melewati waktu tanpa mendengar suaramu, tak ada lagi gelak tawa canda dan nasehat yang kerap hadir di perbincangan kita di malam nan syahdu, tak ada lagi yang akan menanyakan apakah saya sehat hari ini, sudah makankah saya, sudah bayar zakat, sudah shalat tepat pada waktunya bahkan menjadi alarm saya mengingatkan untuk tahajud…
♥◦°˚¨˚°*•‧::‧☺*•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.•
Namun ketakutan ini mengalahkan ketakutan saya kepada ALLAH (الله ) , saya takut DIA murka karena saya menikmati yang bukan hak saya, takut murka ALLAH (الله ) karena jantung saya yang berdegup kencang telah saya isi dengan bayangan kamu yang bagai hantu mengikuti saya kemanapun saya pergi ada kamu dihati saya, padahal detak jantung ini titipan ALLAH (الله ) yang harus saya pertanggungjawabkan.
Jadi maafkan saya jika ketakutan saya pada ALLAH (الله ) melebihi kegelisahan saya memikirkan kamu yah, biarkan saya sendiri dulu, izinkan saya bersama DIA (الله ) saja.
“Now, I have to leave you for the sake of ALLAH (الله ) ”
Sesungguhnya ALLAH (الله ) takkan pernah menyia-yiakan pengorbanan kita sayang bila kita tinggalkan semua ini karena ALLAH, yakinlah akan hadir sesuatu yang indah di hari akhir nanti, bukankah kamu yang bilang ketika kita mengejar akhirat maka dunia akan mengikuti “Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). Dan kelak TUHANmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi [ikhlas] puas” (QS. Ad-Dhuhaa [93]: 4-5)
♥◦°˚¨˚°*•‧::‧☺*•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.•
Kini saya tinggalkan dirimu karena ALLAH, saya kembalikan kamu kepada pemilikmu, saya titipkan lelaki terbaik yang pernah hadir dalam hidup saya ini kembali kepada pemilik sesungguhnya, ALLAH. Sesungguhnya kita harus bertawakkal kepada ALLAH bukan? iya bertawakal kepada ALLAH (الله ) , TUHANku dan TUHANmu.
Kekasihku, jangan menangis, usah bersedih atas perpisahan sementara ini jika benar saya tercipta untukmu maka tiada ada yang dapat menghalanginya bukan? Namun sebelum saat itu tiba berdoalah pada ALLAH semoga kita berdua diberi kekuatan untuk berpisah, mohonlah padanya dengan penuh pengharapan, tak ada yang perlu kita tangisi, kita hanya berpisah sementara sampai ALLAH (الله ) menjadikan semua halal untuk kita.
♥◦°˚¨˚°*•‧::‧☺*•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.•
Dan ketika kamu merasa lemah, mohonlah kekuatan dari-NYA, kamu intan terpilih, mutiara pilihan ALLAH (الله ), jagalah kilaumu sayang jangan biarkan cinta merusaknya, saya berdoa untuk kamu, selalu. Mari kita berlari mencari cinta ALLAH (الله ) , berlomba lomba berbuat kebaikan agar dimata ALLAH kita pas untuk dipasangkan, jika saatnya tiba semua halal untuk kita, ini adalah hasil dari upaya kita mengejar cinta ALLAH (الله ).
Iya hingga lebel “halal” itu menjadi milik kita “bukankah makan diwaktumagrib lebih indah setelah berpuasa, daripada makan diwaktu magribsetelah seharian makan yang enak enak, iya kita jadikan perpisahan inisebagai “puasa” dan berbuka kemudian.
══════════════════════════════════════════════Sumber Catatan Sahabat "Amelia Lahay"
...Aku sungguh mencintainya karena Allah SWT
Friday, November 5, 2010
Apalah hamba ini?
Manusia hina yang terlahir dari tanah yang kotor
Hitam dan berlumpur…
Siapalah hamba ini?
Pencari petunjuk yang munafik
Yang tertawa dalam kemaksiatan
Dan menangis dalam kebaikan…
Kenapakah hamba ini?
Mencari Cinta sejati dengan niat suci
Menunggu teman pembawa kunci surga
Dan kekasih penerang jiwa di dunia dan akhirat
Sungguh…
Hamba tidak tahu apa-apa
Apa itu kebenaran hakiki?
Wujud Cinta yang dikasihi,
Dan kekasih yang diridhoi.
Lalu…
Apalah hamba ini?
Yaa Allah…
Engkaulah pencipta pasangan-pasangan hidup
Lalu salahkah hamba meminta kebaikan
Dan melihat firman-Mu terbukti?
Di satu sisi, sudut yang terang,
Aku mengajak kepada kebaikan
Dengan malantunkan Ayat-Ayat Mu Yang Maha Pengasih
Berniat bersama bergandeng tangan
Menuju jalan-Mu
Menuju naungan ’Arsy-Mu
Menuju surga firdaus-Mu, dan
Menuju rahmat dan ridho-Mu
Lalu… siapalah hamba ini?
Yaa Allah Yang Maha Bercahaya
Engkau adalah Sang Pencipta cahaya Cinta di hati,
Pencipta Cinta yang diridhoi
Murkakah Engkau jika hamba memiliki Cinta
Yang tercipta di bumi ini?
Jauhkah hamba dari-Mu jika hamba mencintai
yang baik?
Sungguh Engkaulah Penolong…
Maka Tolonglah Yaa Allah!
Tolonglah Yaa Allah!
Tolonglah! Tunjukkanlah yang lurus jalannya!
Yaa Allah Yang Menciptakan Cinta Kasih…
Jika yang di hati itu adalah kebaikan untuk hamba,
Dan jika hamba adalah kebaikan untuk yang ada di hati,
Maka satukanlah dalam rahmat-Mu
Yaa Allah Yang Menciptakan Keindahan Kasih Sayang…
Jika yang di hati adalah jawaban terhadap doa
Maka ridhoilah dengan ampunan-Mu
Tetapkanlah menuju surga-Mu
Yaa Allah Yang Maha Lembut…
Jika ternyata yang di hati adalah keburukan
bagi sesama, maka JAUHKANLAH
Jika ternyata yang terjadi adalah kemurkaan-Mu
terhadap sesama, maka AMPUNILAH
Jika ternyata yang dijalani adalah kesesatan
maka BERILAH PETUNJUK kepada yang bercahaya,
yang lurus jalannya dan yang diridhoi
Hamba memohon dengan sangat
Hamba memohon dengan sangat
Hamba memohon dengan sangat
Hati yang terjaga, Cahaya yang benderang dan Cinta yang diridhoi!
… Aku sungguh mencintainya karena Allah, Allah, Allah …
To someone in deepest of my heart
Jangan Panggil AKU Akhwat
Tuesday, October 26, 2010


jangan panggil aku akhwat...
karna melihat ikwan masih sering terpikat
dengan ikwan masih sering berkhalwat
di kampus pun masih sering berikhtilat
jangan panggil aku akhwat...
karna sholat pun masih sering telat
beribadah masih tidak hikmat
membaca Alqur'an masih tercekat
hafalan surat pun masih belum tamat
jangan panggil aku akhwat...
kepada org tua dan guru masih belum hormat
masih suka mendengar lagu-lagu barat
kpd org lain sering berpikiran jahat
bersaing pun dengan tidak sehat
jangan panggil aku akhwat...
karna diri ini masih sering khilaf
masih susah minta maaf begitupun memberi maaf
jangan panggil aku akhwat...
karna menjalankan perintah Allah aku masih belum patuh
karna jiwa ini masih rapuh
setiap hari selalu mengeluh
oleh orang tua pun masih susah disuruh
jangan panggil aku akhwat...
karna diri ini masih sering berbuat salah
mulut ini masih sering fitnah
dimana-mana selalu ghibah
jangan panggil aku akhwat...
karna diri ini masih jarang bersedekah
hati ini selalu resah sering marah-marah
dan pada orang lain pun tidak ramah
jangan panggil aku akhwat..
sungguh sebutan itu belum tepat...
tapi aku janji selalu berusaha jadi orang yang bermanfaat
buat keluarga dan para kerabat
untuk kehidupan yang baik dunia walakhirat
tolonglah wahai sahabat.. "Jangan Panggil Aku Akhwat"...
Dampak Psikologis Pornografi
Monday, October 25, 2010
Posted by Tim RIC on 09.33.00
Tahu gak apa itu pornografi ?
Pornografi adalah suatu pandangan dan sesuatu hasil kegiatan atau suatu yang ditampilkan yang menyangkut tindakan sexual yang menyimpang atau tak bermoral dan pastinya suatu pandangan tentang sex yang berlebihan alias menyimpang dan menjurus kepada ketidak wajaran.Bukan berarti sex itu porno loch.Karena sex itu adalah suatu cara tentang titik awal yang bertujuan menurunkan generasi kehidupan yang baru,atau titik awal dari kehidupan itu sendiri.Gak ada sex anak gak brojol kata orang-orang sih hehe.Sex tak harus porno,tapi porno pastinya menjurus pada perilaku sexual.Dampak psikologis porno grafi
Tahu gak ternyata pornografi lebih berbahaya dari psikotrofika atau kita kenal dengan sebutan narkoba,waw begitu luarbiasa ya pornografi itu.Berikut dampak psikologisnya.
- Membuat seseorang cenderung tertutup dan tak mau terbuka dalam pergaulan.
Misalnya seorang remaja sedang kecanduan film porno,dia lebih memilih menyendiri dalam ruangan atau kamarnya sambil menikmati film koleksinya,asalkan ada film tak ada teman tak jadi masalah buatnya.Dan dia hanya mau didekati oleh teman yang mempunya hobi yang sama dengan dia,sungguh menakutkan bukan.
- Cenderung agresif ketika memandang lawan jenisnya.
Sang pencandu pornografi biasanya lebih agresif dan cenderung berfikiran mesum ketika melihat atau bertatap muka dengan orang lain yang berlainan jenis,dan ketika mempunyai pasangan atau pacar bagi yang masih remaja cenderung lebih agresif saat bersama sang pacar dan pikirannya selalu menjurus kepada perbuatan mesum pastinya.
-Melemahkan daya ingat atau kecerdasan.
Karena apabila seseorang sering menyaksikan tontonan yang berbau pornografi,daya fikirnya sedikit lebih cepat ketika sedang menikmati sajian pornografi,dan itu membuat daya fikirnya melemah pada saat dipakai dalam memikirkan hal lain yang lebih positif.Semakin sering kita menikmati sajian pornografi maka semakin payah saja daya fikir kita dibuatnya,yah karena energi dan protein didalam sel-sel otak kita telah habis terpakai oleh sajian yang memaksa kita untuk berfantasi yang tak jelas.
-Kelainan sexual.
Pelaku yang kecanduan pornografi biasanya mengalami perilaku sex yang menyimpang,apalagi di era internet jaman sekarang,dengan begitu mudahnya orang mengakses situs-situs yang menyajikan pornografi,tinggal searching lewat google map dapat deh sajian yang diinginkan.Kenapa saya bilang menyimpang,karena pelaku cenderung lebih menikmati sajian sex lewat media yang disiapkannya,seperti onani ketika sedang menyaksikan tontonan tak bermoral tersebut,dan pelaku lebih merasa puas ketika melakukannya sambil berfantasi lewat gambar-gambar maupun video chat dan lain sebagainya.Dan ini sangat membahayakan bagi pelaku ketika dia telah berpasangan,maka sang pasangan tentu merasa risih bila tahu pasangannya lebih terpuaskan oleh cara lain.
Sungguh sangat mengkhawatirkan bukan dan sangat-sangat membahayakan serta merugikan kita,apabila diantara kita kecanduan dunia pornografi.
SUMBER : http://kesehatan.kompasiana.com/group/seksologi/2010/10/06/dampak-psikologi-pornografi/
Sunday, October 24, 2010
Posted by: annisa1 on: 6 Oktober 2009
In: goresan hati | muslimah Comment!
Muslimah Sejati itu…
Calon bidadari surga Allah…
Kecantikannya…
lebih CANTIK dari MATAHARI…
Akhlaknya…
lebih HARUM dari MINYAK WANGI…
Cintanya…
lebih SEGAR dari RINTIK HUJAN…
Maka…,
jagalah ia dengan KEIMANAN dan KETAQWAAN…
* * *
Muslimah sejati…
bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Muslimah sejati…
bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan,
tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Muslimah sejati…
tidak dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
tetapi dilihat dari apa yang sering dibicarakan mulutnya.
Muslimah sejati…
bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,
tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara.
Muslimah sejati…
bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Muslimah sejati…
bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang dijalan,
tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang menyebabkan orang lain tergoda.
Muslimah sejati…
bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur
Jauhilah kebiasaan menggunjing, karena menyebabkan tiga bencana: pertama, doa tak terkabul. Kedua, amal kebaikan tak diterima. Dan ketiga, dosa bertambah (Riwayat Ali bin Abi Thalib)
dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa menggunjing itu dapat merugikan diri kita sendiri. walupun mungkin kita sedang tidak sadar kalau kita sedang menggunjing.
walaupun menggunjing orang itu kadang mengasyikkan. biasanya suka di pakai untung mencari teman, dengan kita dapat informasi keburukan orang lain, kemudian disebarkan kepada orang-orang agar mereka tertarik dengan pembicaraan kita, sehingga kita dianggap eksis dan sebagainya. masya Allah
itulah, kemudian dengan munggunjing itu berarti kita sama saja dengan menyebarkan aib orang lain. padahal belum tentu orang itu mengizinkan kita untuk memberitahukan orang itu kepada orang lain.
masya Allah, Allah itu maha adil lagi bijaksana. dan balasannya juga bisa membuat kita sangat merugi.
Jadi jahuilah kebiasaan menggunjing atau yang lebih dikenal dengan mengGOSIP. semoga sukses...
Etika Hidup kita semua
Tuesday, July 27, 2010
Oct 17, '08 2:35 AM
for everyone
Oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz
1. Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, “....Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan, “Hendaklah ia berprilaku baik terhadap tetangganya”. (Muttafaq’alaih).
2. Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak membuat mereka tertutup dari sinar matahari atau udara, dan kita tidak boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya, karena hal tersebut menyakiti perasaannya.
3. Hendaknya Kita memelihara hak-haknya di saat mereka tidak di rumah. Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil, dan hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan merahasiakan aib mereka.
4. Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman mereka dengan kotoran, atau menutup jalan bagi mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda, “Demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa, wahai Rasulullah? Nabi menjawab: “Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram karena perbuatannya”. (Muttafaq’alaih).
5. Jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka, dan seharusnya kita ajak mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah yang munkar dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan atau menjelek-jelekkan mereka.
6. Hendaknya kita selalu memberikan makanan kepada tetangga kita. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr, “Wahai Abu Dzarr, apabila kamu memasak sayur (daging kuah), maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu”. (HR. Muslim).
7. Hendaknya kita turut bersuka cita di dalam kebahagiaan mereka dan berduka cita di dalam duka mereka; kita jenguk bila ia sakit, kita tanyakan apabila ia tidak ada, bersikap baik bila menjumpainya; dan hendaknya kita undang untuk datang ke rumah. Hal-hal seperti itu mudah membuat hati mereka jinak dan sayang kepada kita.
8. Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan/kekeliruan mereka dan jangan pula bahagia bila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak memandang kekeliruan dan kealpaan mereka.
9. Hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik mereka terhadap kita. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah.... –Disebutkan di antaranya- :Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau keberangkatannya”. (HR. Ahmad)
Etika Saat Bertamu
Untuk orang yang mengundang
1. Hendaknya mengundang orang-orang yang bertaqwa, bukan orang yang fasiq. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Janganlah kamu bersahabat kecuali dengan seorang mukmin, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertaqwa”. (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
2. Jangan hanya mengundang orang-orang kaya untuk jamuan dengan mengabaikan orang-orang fakir. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Seburuk-buruk makanan adalah makanan pengantinan (walimah), karena yang diundang hanya orang-orang kaya tanpa orang-orang faqir.” (Muttafaq’ alaih).
3. Undangan jamuan hendaknya tidak diniatkan berbangga-bangga dan berfoya-foya, akan tetapi niat untuk mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan membahagiakan teman-teman sahabat.
4. Tidak memaksa-maksakan diri untuk mengundang tamu. Di dalam hadits Anas Radhiallaahu anhu ia menuturkan, “Pada suatu ketika kami ada di sisi Umar, maka ia berkata: “Kami dilarang memaksa diri” (membuat diri sendiri repot).” (HR. Al-Bukhari)
5. Jangan anda membebani tamu untuk membantumu, karena hal ini bertentangan dengan kewibawaan.
6. Jangan kamu menampakkan kejemuan terhadap tamumu, tetapi tampakkanlah kegembiraan dengan kahadirannya, bermuka manis dan berbicara ramah.
7. Hendaklah segera menghidangkan makanan untuk tamu, karena yang demikian itu berarti menghormatinya.
8. Jangan tergesa-gesa untuk mengangkat makanan (hidangan) sebelum tamu selesai menikmati jamuan.
9. Disunnatkan mengantar tamu hingga di luar pintu rumah. Ini menunjukkan penerimaan tamu yang baik dan penuh perhatian.
Bagi tamu
1. Hendaknya memenuhi undangan dan tidak terlambat darinya kecuali ada udzur, karena hadits Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam mengatakan, “Barangsiapa yang diundang kepada walimah atau yang serupa, hendaklah ia memenuhinya”. (HR. Muslim).
2. Hendaknya tidak membedakan antara undangan orang fakir dengan undangan orang yang kaya, karena tidak memenuhi undangan orang faqir itu merupakan pukulan (cambuk) terhadap perasaannya.
3. Jangan tidak hadir sekalipun karena sedang berpuasa, tetapi hadirlah pada waktunya, karena hadits yang bersumber dari Jabir Radhiallaahu anhu menyebutkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda,”Barangsiapa yang diundang untuk jamuan sedangkan ia berpuasa, maka hendaklah ia menghadirinya. Jika ia suka makanlah dan jika tidak, tidaklah mengapa. (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani).
4. Jangan terlalu lama menunggu di saat bertamu karena ini memberatkan yang punya rumah juga jangan tergesa-gesa datang karena membuat yang punya rumah kaget sebelum semuanya siap.
5. Bertamu tidak boleh lebih dari tiga hari, kecuali kalau tuan rumah memaksa untuk tinggal lebih dari itu.
6. Hendaknya pulang dengan hati lapang dan memaafkan kekurang apa saja yang terjadi pada tuan rumah.
7. Hendaknya mendo`akan untuk orang yang mengundangnya seusai menyantap hidangannya. Dan di antara do`a yang ma’tsur adalah,
“Orang yang berpuasa telah berbuka puasa padamu. dan orang-orang yang baik telah memakan makananmu dan para malaikat telah bershalawat untukmu”. (HR. Abu Daud, dishahihkan Al-Albani).
“Allahummagh firlahum fiima rozaqtahum wagh firlahum, warhamhum”
"Ya Allah, berikan keberkahan (kebaikan yang terus-menerus) untuk mereka (tuan rumah) pada apa-apa yang Engkau rizkikan untuk mereka. Ampunilah dan sayangilah mereka.” (HR. Muslim 3/1615)
Etika dalam Bercanda
1. Hendaknya percandaan tidak mengandung nama Allah, ayat-ayat-Nya, Sunnah rasul-Nya atau syiar-syiar Islam. Karena Allah telah berfirman tentang orang-orang yang memperolok-olokan shahabat Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam, yang ahli baca al-Qur`an yang artinya, “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman”. (QS.At-Taubah: 65-66).
2. Hendaknya percandaan itu adalah benar tidak mengandung dusta. Dan hendaknya pecanda tidak mengada-ada cerita-cerita khayalan supaya orang lain tertawa. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa. Celakalah baginya dan celakalah”. (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
3. Hendaknya percandaan tidak mengandung unsur menyakiti perasaan salah seorang di antara manusia. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Janganlah seorang di antara kamu mengambil barang temannya apakah itu hanya canda atau sungguh-sungguh; dan jika ia telah mengambil tongkat temannya, maka ia harus mengembalikannya kepadanya”. (HR. Ahmad dan Abu Daud; dinilai hasan oleh Al-Albani).
4. Bercanda tidak boleh dilakukan terhadap orang yang lebih tua darimu, atau terhadap orang yang tidak bisa bercanda atau tidak dapat menerimanya, atau terhadap perempuan yang bukan mahrammu.
5. Hendaknya anda tidak memperbanyak canda hingga menjadi tabiatmu, dan jatuhlah wibawamu dan akibatnya kamu mudah dipermainkan oleh orang lain.
Etika Menjenguk Orang Sakit
•Untuk orang yang berkunjung (menjenguk)
1. Hendaknya tidak lama di dalam berkunjung, dan mencari waktu yang tepat untuk berkunjung, dan hendaknya tidak menyusahkan si sakit, bahkan berupaya untuk menghibur dan membahagiakannya.
2. Hendaknya mendekat kepada si sakit dan menanyakan keadaan dan penyakit yang dirasakannya, seperti mengatakan: “Bagaimana kamu rasakan keadaanmu?”. Sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam.
3. Mendoakan semoga cepat sembuh, dibelaskasihi Allah, selamat dan disehatkan. Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu telah meriwayatkan bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam apabila beliau menjenguk orang sakit, ia mengucapkan, “Tidak apa-apa. Sehat (bersih) insya Allah”. (HR. Al-Bukhari). Dan berdo`a tiga kali sebagaimana dilakukan oleh Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam.
4. Mengusap si sakit dengan tangan kanannya, dan berdoa:
“Adzhibilba'sa robban naasi, isyfi antasy-syafi la syifa'a illa syifa'uka, syifa'an la yughadiru saqamaa.” Artinya, “Hilangkanlah kesengsaraan (penyakitnya) wahai Rabb bagi manusia, sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit”. (Muttafaq’alaih).
5. Mengingatkan si sakit untuk bersabar atas taqdir Allah Subhannahu wa Ta'ala dan jangan mengatakan “tidak akan cepat sembuh”, dan hendaknya tidak mengharapkan kematiannya sekalipun penyakitnya sudah kronis.
6. Hendaknya mentalkinkan kalimat Syahadat bila ajalnya akan tiba, memejamkan kedua matanya dan mendoakan-nya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda, “Talkinlah orang yang akan meninggal di antara kamu “La ilaha illallah”. (HR. Muslim).
Untuk orang yang sakit
1. Hendaknya segera bertobat dan bersungguh-sungguh beramal shalih.
2. Berbaik sangka kepada Allah, dan selalu mengingat bahwa kita sesungguhnya adalah makhluk yang lemah di antara makhluk Allah lainnya, dan bahwa sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta'ala tidak membutuhkan untuk menyiksanya dan tidak membutuhkan ketaatannya
3. Hendaknya cepat meminta kehalalan atas kezhaliman-kezhaliman yang dilakukan olehnya, dan segera membayar/menunaikan hak-hak dan kewajiban kepada pemiliknya, dan menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.
4. Memperbanyak zikir kepada Allah, membaca Al Qur’an dan beristighfar (minta ampun).
5. Mengharap pahala dari Allah dari musibah (penyakit) yang dideritanya, karena dengan demikian ia pasti diberi pahala. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Apa saja yang menimpa seorang mu’min baik berupa kesedihan, kesusahan, keletihan dan penyakit, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah meninggikan karenanya satu derajat baginya dan mengampuni kesalahannya karenanya”. (Muttafaq’alaih).
6. Berserah diri dan tawakkal kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan berkeyakinan bahwa kesembuhan itu dari Allah, dengan tidak melupakan usaha-usaha syar`i untuk kesembuhannya, seperti berobat dari penyakitnya.
Etika Jenazah dan Ta'ziyah
1. Segera merawat jenazah dan mengebumikannya untuk meringankan beban keluarganya dan sebagai rasa belas kasih terhadap mereka. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu di dalam haditsnya menyebutkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda, “Segeralah (di dalam mengurus) jenazah, sebab jika amal-amalnya shalih, maka kebaikanlah yang kamu berikan kepadanya; dan jika sebaliknya, maka keburukanlah yang kamu lepaskan dari pundak kamu”. (Muttafaq alaih).
2. Tidak menangis dengan suara keras, tidak meratapinya dan tidak merobek-robek baju. Karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda, “Bukan golongan kami orang yang memukul-mukul pipinya dan merobek-robek bajunya, dan menyerukan kepada seruan jahiliyah”. (HR. Al Bukhari).
3. Disunahkan mengantar jenazah hingga dikubur. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersada, “Barangsiapa yang menghadiri jenazah hingga menshalatkannya, maka baginya (pahala) sebesar qirath; dan barangsiapa yang menghadirinya hingga dikuburkan maka baginya dua qirath”. Nabi ditanya: “Apa yang disebut dua qirath itu?”. Nabi menjawab: “Seperti dua gunung yang sangat besar”. (Muttafaq’alaih).
4. Memuji si mayit (jenazah) dengan mengingat dan menyebut kebaikan-kebaikannya dan tidak mencoba untuk menjelek-jelekkannya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, ”Janganlah kamu mencaci-maki orang-orang yang telah mati, karena mereka telah sampai kepada apa yang telah mereka perbuat”. (HR. Al Bukhari).
5. Memohonkan ampun untuk jenazah setelah dikuburkan. Ibnu Umar Radhiyallaahu anhu pernah berkata, “Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam apabila selesai mengubur jenazah, maka berdiri di atasnya dan bersabda:”Mohonkan ampunan untuk saudaramu ini, dan mintakan kepada Allah agar ia diberi keteguhan, karena dia sekarang akan ditanya”. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Albani).
6. Disunahkan menghibur keluarga yang berduka dan memberikan makanan untuk mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda, “Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja`far, karena mereka sedang ditimpa sesuatu yang membuat mereka sibuk”. (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
7. Disunnahkan berta`ziah kepada keluarga korban dan menyarankan mereka untuk tetap sabar, dan mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya milik Allahlah apa yang telah Dia ambil dan milik-Nya jualah apa yang Dia berikan; dan segala sesuatu disisi-Nya sudah ditetapkan ajalnya. Maka hendaklah kamu bersabar dan mengharap pahala.”
Etika Di Pasar
1. Hendaknya berdzikir kepada Allah di saat masuk ke pasar, karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang masuk ke pasar lalu membaca:
Artinya, “(Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah kerajaan, dan kepunyaan-Nyalah segala pujian, Dia yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia Maha Hidup tidak akan mati; di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka Allah mencatat sejuta kebajikan baginya, dan menghapus sejuta dosa darinya, dan Dia tinggikan baginya sejuta derajat dan Dia bangunkan satu istana baginya di dalam surga”. (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, di nilai hasan oleh Al-Albani).
2. Tidak menyaringkan suara dengan berbagai pertengkaran dan perdebatan. Di antara sifat kepribadian Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah bahwasanya beliau bukanlah seorang yang keras kepala atau keras hati dan bukan pula orang yang suka teriak-teriak di pasar dan juga bukan orang yang membalas keburukan dengan keburukan, akan tetapi ia memaafkan dan mengampuni’.
3. Menjaga kebersihan pasar. Pasar tidak boleh dicemari dengan kotoran dan sampah, karena hal tersebut dapat melumpuhkan arus jalanan dan menjadi sumber bau busuk yang mengganggu.
4. Menjaga agar selalu memenuhi akad dan janji serta kesepakatan-kesepakatan di antara dua belah pihak (pembeli dan penjual). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu”. (QS.Al Ma’idah : 1)
5. Mengukuhkan jual beli dengan persaksian atau catatan (dokumentasi), karena Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman yang artinya, “Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli”. (QS.Al Baqarah: 282).
6. Bersikap ramah dan memberikan kemudahan di dalam proses jual beli. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, “Allah akan belas kasih kepada seorang hamba yang ramah apabila menjual, ramah apabila membeli dan ramah apabila memberikan keputusan”. (HR. Al Bukhari).
7. Jujur, terbuka dan tidak menyembunyikan cacat barang jualan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, “Seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya, maka tidak halal bagi seorang muslim membeli dari saudaranya suatu pembelian yang ada cacatnya kecuali telah dijelaskannya terlebih dahulu”. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).
8. Jangan mudah mengobral sumpah di dalam berjual beli. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, “Hindarilah banyak bersumpah di dalam berjual-beli, karena sumpah itu dapat menghabiskan (barang) kemudian membatalkan (barakahnya)”. (HR. Muslim).
9. Menghindari penipuan, kecurangan dan pengkaburan serta berlebih-lebihan di dalam menarik keuntungan. Telah diriwayatkan bahwa sesungguhnya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah menjumpai setumpuk makanan, maka Nabi memasukkan tangannya ke dalam tumpukan tersebut, maka jari-jemarinya basah. Maka beliau bersabda, “Apa ini, wahai si pemilik makanan?” Pemilik makanan menjawab :Terkena hujan, wahai Rasulullah. Maka Nabi bersabda: “Kenapa bagian yang basah tidak kamu letakkan di paling atas agar dilihat oleh manusia? Barangsiapa yang curang terhadap kami, maka ia bukan dari golongan kami”. (HR. Muslim).
10. Menghindari perbuatan curang di dalam menakar atau menimbang barang dan tidak menguranginya. Allah berfirman yang artinya: “Celakalah bagi orang-orang yang curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”. (QS.Al Muthaffifin: 1-3).
11. Menghindari riba, penimbunan barang dan segala perbuatan yang dapat merugikan orang banyak. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, “Allah mengutuk (melaknat) pemakan riba, pemberinya, saksi dan penulisnya”. (HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh Al-Albani). Dan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak akan menimbun barang kecuali orang yang salah “. (HR. Muslim).
12. Membersihkan pasar dari segala barang yang haram diperjual-belikan.
13. Menghindari promosi-promosi palsu yang bertujuan menarik perhatian pembeli dan mendorongnya untuk membeli, karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melarang najasy. (Muttafaq’alaih). Najasy adalah semacam promosi palsu.
14. Hindarilah penjualan barang rampasan (hasil ghashab) dan curian. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesama kamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu”. (QS.An-Nisa: 29).
15. Menundukkan pandangan mata dari wanita dan menghindar dari percampurbauran dan berdesak-desakan dengan mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” (An-Nur: 30-31).
16. Selalu menjaga syiar-syiar agama (shalat berjama`ah, dll.), tidak melalaikan shalat berjama`ah karena berjual-beli. Maka sebaik-baik manusia adalah orang yang keduniaannya tidak membuatnya lalai terhadap masalah-masalah akhiratnya atau sebaliknya. Allah berfirman yang artinya, “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) menunaikan zakat”. (QS.An-Nur: 37).
(Dikutip dari Judul Asli Al Qismu Al Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan, penulis Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz, versi Indonesia Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari)
Melakukan kebiasaan yang baik walaupun sibuk
MESUT Ozil warga Jerman berdarah Turki. Dia lahir pada 15 Oktober 1988 di Gelsenkirchen dari sebuah keluarga imigran dari Turki. Dia sempat diperhadapkan pada dua pilihan, membela timnas Jerman atau Turki.
Tapi, Ozil akhirnya memilih Jerman dan mengiyakan panggilan Joachim Loew pada 1 Februari 2009. Dia menjalani debut bersama Jerman pada 11 Februari saat melawan Norwegia pada laga persahabatan di Duesseldorf.
Ozil memulai karier di Schalke. Dua musim di situ, dia hijrah ke Werder Bremen dengan nilai transfer 4,3 juta pounds. Di klub inilah talenta Ozil mulai terlihat. Dia sukses menggantikan peran Diego Ribas yang pindah ke Juventus.
Mungkin belum banyak yang tahu, Ozil adalah seorang muslim. Dia dikabarkan memiliki kebiasaan bagus setiap akan bertanding, yaitu membaca Alquran. Hal tersebut dilansir AP beberapa waktu lalu.
Ozil juga dikenal sebagai pemain yang rendah hati. Saat pujian terus menghampirinya usai membuat gol ke gawang Ghana di fase penyisihan, dia tidak jumawa. "Itu semua berkat kerja keras satu tim," katanya.
Berkat gol yang dicetaknya ke gawang Ghana, Ozil memang menjadi pujaan warga Jerman. Dia dianggap sebagai pahlawan yang menyelamatkan tradisi Der Panzer, sebutan Jerman, selalu lolos ke 16 besar. (zul)
10 tips rahasia sukses orang jepang
Wednesday, June 9, 2010
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.
2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.
5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini
7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
(Sumber. http://tidakmenarik.wordpress.com)
5 tips menghafal qur'an dengan cepat
Tuesday, June 1, 2010
banyak orang bilang menghafal itu susah, ribet, nggak asik, tapi kalo udah biasa itu akan menjadi hal yang menyenangkan. apalagi kalo udah sukses ngafalin satu surat... pasti bangga banget! dibawah ini beberapa tips yang mungkin bisa membantu walaupun nggak banyak...
- usahakan menghafal setiap sehabis shalat fadhu
- murattal setiap ada waktu luang
- kalau bisa paling enggak beberapa ayat tiap sehabis shalat fardhu
- temukan cara menghafal yang paling efektif buat kamu
- melakukannya secara rutin
selamat berjuang... ^^ GANBATTE !
sebiru hari ini...
Saturday, May 29, 2010
Muslimah sejati
Thursday, May 20, 2010
akan terasing...
tapi kau tetap dirimu si muslimah
dengan jilbab indah...
yang teguh dalam kebenaran...
insya allah
menghargai dan dihargai orang...
Wednesday, May 5, 2010
teman, kata orang kalo kita mau dihargai, kita harus menghargai orang lain... bener nggak sih???
tapi kayaknya sekarang nggak gitu lagi deh! banyak orang yang mementingkan kepentingannya sendiri tanpa mempedulikan kepentingan orang lain. mereka tuh, kepengen dihargai tapi nggak mau menghargai orang lain!
aku nggak ngerti apa yang ada dipikiran orang-orang itu ya??? apa mereka mikir "ih males banget temenan sama orang udik dan nggak eksis, nanti gue jadi anak culun deh!".
entahlah, jadi kalo udah kayak gitu masalahnya "apakah kita harus menghargai orang???".
etika manusia sekarang udah banyak yang ancur. karena mereka membesarkan egoisme mereka. dan menurut kalaupun mereka menghargai orang lain paling juga ada maunya! orang kayak gitu yang jahat... karena mereka hanya mementingkan prestige(harga diri), kekayaan harta, popularitas, sehingga mereka memandang rendah orang-orang yang miskin, minder, jelek, nggak eksis, dll (yang jelek-jelek dah!!!). padahal mereka nggak bisa hidup tanpa orang lain! jadi manusia yang lemah dan hina aja udah sombong gimana udah jadi penguasa??? jadi apa nanti rakyatnya? ancur? nggak punya tata krama?
tapi sebagaimana manusia yang baik dan berbudi pekerti... kita harus tetap menghargai orang lain walaupun kita tidak dihargai. karena aku yakin siapa yang menanam itu yang menuai, pasti ada balesannya. lagian juga, kita bukan berpegang sama prestige, keeksisan, dst... tapi kita berpegang teguh dengan ajaran Allah SWT yaitu kita tidak boleh membalas keburukan dengan keburukan...pasti ada balesannya baik kita tau atau tidak tau!
udah dulu ya! assalamu'alaikum.....^^
Gimana sih sekolah yang bagus itu???
Saturday, May 1, 2010

etika dalam bersikap
Bagaimana memilih teman?
kalau mau milih temen jangan sembarangan lho!
memilih teman pun ada aturannya...
karena kalo salah milih temen, celaka kita! bisa-bisa di cap jelek sama orang, kalo kita dapet temen yan jelek sifatnya...
cara milih temen... cari yang pandangan hidupnya setipe sama kamu tapi kalo bisa cari temen yang bisa ngbuah sikap kamu yang buruk... dengan begitu dia bisa ngasih masukan sama kita tentang solusi buat masalah kita...
bahkan ada lho hadis yang mengatakan...
kalo kita berteman dengan penjual parfum maka kita akan dapet wanginya, tapi kalo kita berteman sama tukang besi kita jadi ikutan bau...
makanya cari temen pilih-pilih... kalo temen kita akhlaknya buruk... wah, bisa-bisa kita di cap berakhlak buruk juga!
tapi walaupun kita nggak suka sama seseorang atau kesel... sebaiknya jangan sampe benci apalagi dengki...
sebaiknya jangan gitu lebih baik kita nggak usah berteman daripada di cap jelek juga!

